Dear All, Entah berapa lama pedagang cucur atau kucur itu berjualan di bawah lampu merah di pertigaan tugu walet Kota Kebumen, Jawa Tengah, Jika bapak Ibu hendak ke Jakarta maka tampak pedagang tersebut dengan seriusnya terus memasak di tengah hawa panas yang mulai membakar. Pak Tua dengan bakulan cucur, senantiasa berharap setiap hari ada pembeli yang mau menikmati cucurnya, Cuaca cerah ada harapannya..untuk terus membuat kue.
Kita harus belajar banyak dari pedagang kucur tersebut, Mulai dari kesabarannya, fisiknya yang memikul dagangan jauh dari rumah, semangat, dan tentunya harapan (hope) yang terus dipelihara…Memperoleh rupiah dengan benar2 mencucurkan keringat, tiada keluh kesah, tiada pantang menyerah untuk menyesali nasib, yang ada satu DEMI KELUARGA Tercinta. (sudiono)
