Wahai Pelajar Berprestasilah…

Sejak awal minggu kedua bulan Juni 2011 ini,  agenda tahunan sekaligus rutinitas kegiatan sekolah yaitu terselenggaranya ujian semester genap tahun pelajaran 2010/2011. Ujian semester memang dibutuhkan oleh pihak sekolah untuk mengetahui, evaluasi  dan menguji sudahkah kompetensi yang diajarkan oleh guru di sekolah mampu di serap dengan baik dan benar ? ukuran keterserapan akan kompetensi bisa di lihat melalui nilai Kriteria Kelulusan Minimal (KKM)  tipa2 sekolah menentukan besaran KKM berbeda tergantung pendukung sarana dan prasarana pembelajarannya ada sekolah yang menetapkan 7.00, 7.27, 7.50 dan sebagainya tergantung analisa atas tiap2 kondisi yang melatarbelakangi mata pelajaran tersebut.

Namun, ada hal yang menarik yang kita lihat dari perilaku dan kondisi orangtua yang notabene adalah mewakili masyarakat umumnya. Apakah itu ?  orangtua murid jadi rajin datang ke sekolah,  hal yang jarang mereka lakukan selama hampir satu tahun penuh padahal hakikat kehadiran orangtua di sekolah bukan melulu menyangkut urusan administrasi, banyak yang juga merreka harus ketahui seperti : kondisi mereka sehari-hari saat mengikuti proses pembelajaran di sekolah, keterkaitan tingkat kehadiran apakah sakit, alpa, dan ijin, mengevaluasi kemajuan belajar siswa, perkembangan anak di rumah dan di sekolah, pertemanan, psikis dan fisik siswa dan banyak ragam lainnya.

Namun harapan sekolah sebagai institusi yang diberikan amanah untuk melakukan perubahan perilaku dari tidak bisa menjadi bisa dan amanah utuk transfer of knowledge terkadang berbanding terbalik. Jika orangtua memasukkan anaknya ke sekolah maka seolah-olah semuanya menjadi urusan sekolah, unsur kooperatif antara pihak sekolah dengan orangtua sebagaimana kita ketahui memegang unsur peranan yang sangat dominan guna keberhasilan anak namun pada beberapa kasus hal ini malah tidak terjadi.  Dari segi kuantitatif walaupun tinggal di kota sebesar Jakarta sebagai ibukota negara RI ternyata para ibu banyak yang tidak berkarya,  mereka di rumah saja dan tidak ada aktivitas produktif yang mendukung mereka agar bisa menghasilkan sumber dana selain dari suami. Adakah yang kurang dalam komunikasi publik ini  ?

Saya mencoba menyoroti dari sisi lain mengapa orangtua hanya mau hadir pada hari-hari tertenu ? yaitu pada saat  mereka meminta dispenisasi atas keterlambatan menyelesaikan administrasi sekolah baik di sekolah-sekolah yang diselenggarakan oleh puhak swasta maupun sekolah-sekolah negeri/pemerintah agar anaknya bisa ikut ujian semester.,  Sebenarnya kondisi ini bisa kita pahami bahwa  keterlambatan pembayaran administrasi sekolah dilatarbelakangi  oleh beberapa sebab.

Faktor empirik sosiologis, di lapangan banyak keluarga/orangtua yang memiliki banyak anak di dorong oleh kondisi tanpa perencanaan yang tepat padahal memiliki banyak anak  berdampak pada kewajiban orangtua untuk memberi ruang cukup bagi pertumbuhannya,  rumah yang bisa menjadi tempat tinggal yang layak dan memberi rasa aman jasmani dan rohani, pemenuhan kebutuhan kalori dan nutrisi,  dan persiapan pendanaan untuk mampu melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang sekolah menengah tingkat atas maupun kejuruan.  Superioritas kaum lelaki atas wanita yang  lebih banyak menuntut dan menuntut banyak berpengaruh pada persiapan ke arah pembentukan generasi muda yang sehat dan cerdas.

Kasus “sang Ayah” menikah lagi, meninggalkan istri dan anak2nya, berpaling ke  lain hati adalah ungkapan klasik yang sering kami dengar. Melihat banyak kasus umumnya datang dari taraf ekonomi bawah. Ada tendensi bahwa sang bapak ingin cepat2 menyelesaikan masalah, lari dari kungkungan persoalan ekonomi dengan tidak memperdulikan lagi  siapa  yang ditinggalkannya kelak akan mendapat problema di kemudian hari.

Secara sosio ekonomi, Jika sang pencari nafkah meninggalkan anak istrinya tanpa sebab yang jelas dan tanpa nafkah yang cukup pada akhirnya sang istri dan anaknya yang masih sekolah akan terkena imbasnya. Jika sudah seperti itu keadaannya maka pihak sekolah hanya mendengar dan mencoba mencarikan jalan keluar yaitu kebijakan tetap dapat mengikuti ujian semester.

Pengakuan jujur orangtua bahwa sejak pendidkan SD hingga SMP sekolah relatif gratis, menjadi candu membuai saat anaknya masuk ke sekolah menengah atas,  Orangtua lebih banyak membelanjakan keuangannya ke urusan dapur, dan mengabaikan kewajibannya ke sekolah. Sah – sah saja ini terjadi selama otrangtua tidak di ajak pada kegiatan2 berbasis upaya produktif untuk berwirausaha. Ini mungkin peluang yang tidak di lihat oleh LSM, atau Grup  kepedulian lainnya untuk mencerdaskan masyarakat terutama kaum ibu yang lebih banyak di rumah.

Hal yang membuat kita terkejut dan tak banyak berubah ada stigma bahwa dikalangan masyarakat bawah telah terbentuk perilaku sikap  realita yakni jiwa untuk berkompetisi  rendah baik pencapaian prestasi akademik dan non akademik. Kesulitan pembayaran administrasi sekolah sebenarnya bisa disikapi dengan melecut diri menjadi yang terbaik di kelasnya. Di SMK Negeri 51 Jakarta Timur yang saya pimpin unsur dan pemahaman bahwa siswa tak mampu harus berprestasi tak henti-hentinya di sosialisasikan baik melalui media walikelas saat berlangsung belajar atau saat Kepala Sekolah menyampaikan di upacara bendera sekolah.  Tujuannya adalah agar siswa mampu membantu kesulitan orangtua dengan bersungguh – sungguh belajar.

Peningkaatan pemberian beasiswa 12 bulan, 6 bulan, 3 bulan dan 1 bulan telah ditetapkan dan disediakan kepada siapa saja siswa yang mampu mengukir prestasi. Pemberian beasiswa selama 12 tahun untuk siswa yang berprestasi tingkat nasional telah diraih misalkan : Muhammad Kahvi Kelas XI, Juara  1 Nasional untuk karya yang spektakuler film pelajar yang diselenggarakan oleh Kemendiknas tahun 2010 di Surabaya. Juara Nasional 1 untuk Kine Klub tahun 2011 dalam rangka hari film dengan mengalahkan peserta unsur dari Perguruan Tinggi, atas nama Maryati kelas XI memberi bukti komitmen sekolah membantu siswa dan sekaligus orangtua siswa memabntu kesulitan orangtua,

Pemberian beasiswa 6 bulan diberikan kepada siswa yang beprestasi untuk tingkat DKI Jakarta, 3 bulan untuk siswa yang berprestasi tingkat kota administrasi dan 1 bulan juara kelas.  Hasilnya dalam 1,5 tahun (januari 2010-Mei 2011) telah diberikan beasiswa  yang nilainya cukup besar. Signifikan jumlah siswa yang beprestasi dengan besaran beasiswa yang diberikan sekolah membuat sekolah menjadi terdongkrak prestasinya baik untuk kategori wilayah dan  Provinsi. Masih banyak prestasi yang di catat selain akademik juga olahraga. Pada O2S Provinsi DKI Jakarta siswa SMK 51 tercatat ada 2 siswa yang mengantar kontingen SMK Jakarta Timur merebut Gelar Juara Umum 3 (tiga) kali berturut-turut

Hasil Ujian Nasional yang telah diumukan pada tanggal 16 Mei 2011 lalu mencerminkan gambaran sebagai berikut : SMK Negeri 51 Jakarta peringkat ke-2 dari 177 sekolah negeri dan swasta di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur, peringkat ke -5 SMK Negeri dari 63 SMK Negeri. Peringkat ke-6 SMK Negeri/Swasta dari 572 sekolah di DKI jakarta. Pencapaian prestasi yang spektakuler, Ada korelasi positif antara stimulus pemberian beasiswa internal sekolah dengan prestasi akademik sekolah secara keseluruhan.

Pemberian beasiswa dari BAZIS, Supersemar dan lainnya tidak banyak memberi dan mendongkrak prestasi siswa yang memperolehnya. Bukan berarti tidak penting namun pola strategi pemberian beasiswa seperti itu kurang membangkitkan semangat “fighting” , hanya memberi umpan bukan kail menjadi tidak produktif.

Sebagai kata akhir saya berpesan : ” Wahai para pelajar ayo singsingkan lengan bajumu, untuk merebut prestasi terbaik sebab banyak tempat tertinggi dan mulia untuk orang-orang berprestasi di bumi Allah SWT. Wallahu’alam bissawab…Wassalammu’alaikum wrr.wb

(Penulis Kolumnis, Surat Kabar Umum Merdeka News, ID : 00220/RED/MN/01/07

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.