Sebagai salah satu satuan pendidikan yang kita kenal di masyarakat selain Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi maka salah satunya adalah Pendidikan Menengah yang membawahi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada kesempatan kali ini saya tidak membahas tentang SMA melainkan mencoba sedikit saja mengulas tentang SMK. Lulusan Sekolah menengah kejuruan baik yang berlatar belakang dari Kelompok Teknologi/Industri, Pariwisata, Bisnis dan Manajemen, Pekerja Sosial, dll memiliki 3 kesempatan : 1. Langsung Kerja, 2. Melanjutkan ke Perguruan Tinggi, 3. Membuka usaha/wirausaha. Nah, akan di bahas per item, Pertama, Langsung kerja. memang lulusan SMK selama mengikuti pendidikan 3 tahun di sekolah lebih dititikbertakan pada pembelajaran praktek (70%), dibandingkan pelajaran teoritis (30%). Kompetensi yang diberikan pada setiap program keahlian menjadi ujung tombak dalam rangka membekali mereka untuk bersaing dengan lulusan lain. Tingkat keberhasilan sekolah sinyatakan sukses, jika masa tunggu lulusan terhitung sejak lulus sekolah adalah 6-7 bulan. Kedua, Melanjutkan ke Perguruan Tinggi, ini dimungkinkan karena aturan pemerintah memang mengizinkan lulusan SMK untuk ikut bersaing memperebutkan kursi di PTN, Namun biasanya siswa yang menlanjutkan ke perguruan tinggi negeri pengalaman yang sudah2 mereka melalui jalur undangan atau penelusuran minat dan bakat yang melihat prestasi belajar di semester 1,2,3,tingkat melanjutka n ke perguruan tinggi biasanya dilakukan setelah anak lulus dan bekerja setelah merasa cukup penghasilannya untuk melanjutkan kuliah barulah mereka sekolah kembali. dan 4. Ketiga, Mampu membuka usaha/wirausaha artinya saat mereka uji kompetensi, atau belajar kewirausahaan para siswa di tuntut untuk membuat proposal bisnis walau sederhana kemudian mempraktekannya untuk di jua baik ke teman sekelas, sesama program keahlian atau lintas program keahlian. Mereka di ajarii seni berkomunikasi dan gestur tubuh dalam mempromosikan barang dagangannya. Nah, poin ketiga inilah yang membedakan SMK dng pendidikan sejenis lainnya. Paradigma yang baru yang dikampayekan adalah seberapa banyak lulusannya yang membuka usaha jika dibandingkan dengan mereka yang akan bekerja atau mlanjutkan ke penrguruan tinggi ? Ini sesungguhnya tantangan yang tidak ringan namun punya makna yang strategis. Bisa dibayangkan jika lulusan SMK kemudian hanya mencari kerja dan hanya menambah jumlah pengangguran sama seperti yang terjadi di SMA maka usai sudah harapan pemerintah kepada SMK. kesimpulan akhir dapat diterjemahkan bahwa dengan segala keterbatasannya SMK dituntut mampu menjadi Lokomotif terdepan mengentaskan jumlah pengangguran di Indonesia…Bisakah kita menjawab tantangan ini ???????????????????????
22 Feb
Pendidikan SMK
Advertisement