Salah satu misi SMK Negeri 51 yang kami usung setahun mendatang setelah memperoleh ISO 9001:2008 Desember 2010 lalu planning selanjutnya adalah kerjasama internasional. Kerjasama Internasional kami targetkan bukan bermaksud untuk gagah-gagahan atau sekedar mengikuti tren, melainkan kami menyadari sepenuhnya bahwa hidup di era globalisasi menjadikan dunia seperti sebuah zona tanpa batas (borderless), artinya batas antar Negara satu dengan Negara lainnya hampir tidak ada pembatas, dalam arti bahwa kemajuan informatika telah melewati ruang dan waktu.
Saat kita menginginkan informasi maka secepat itu pula kita peroleh warta yang kita inginkan, semuanya tidak lagi di ruang lingkup ruang kerja dalam waktu kerja yang terbatas. Namun, saat kita (maaf) ada di kamar mandi pun kita bias mengaksesnya. kejadian di bagian dunia lain apakah politik, ekonomi, social, olahraga dan budaya akan cepat tersiar dan beritanya dengan mudah kita dapatkan melalui jaringan internet, bahkan saat kita mobile pun akses internet masih kita dapatkan.
Dahsyat memang, untuknya dunia yang relative aman dan damai menyebabkan lintas orang antar Negara menciptakan peluang, gagasan dan tekad yang kuat untuk maju. Nah, di manakah posisi kita ? Saya pikir tugas yang tidak enteng bahwa sesungguhnya para pengelola pendidikan perlu menyikapinya dengan bijak sebab kita harus menetapkan dan menentukan grand design arah perkembangan manajemen persekolahan kita dengan memilih salah satu di antara dua pilihan.yang tersedia, yaitu mengikuti perubahan atau status quo ? lantas apa perbedaan keduanya ?
Jika pengelola pendidikan memilih bersikap stagnan tanpa melakukan perubahan apa-apa, menerima pada nasib dan pasrah diri pada keadaan sehingga ruang waktu dan kesempatan yang ada tidak dimaksimalkan sebesar-besarnya bagi kemajuan sekolah dapatlah dipastikan bahwa
pertama, sekolah dan seluruh perangkat di dalamnya (guru, pegawai, stakeholder), dan pemangku pendidikan lainnya yang berkaitan secara umum memperoleh kerugian, khususnya para peserta didik itu sendiri.
Kedua, Ada Kelemahan dalam pengambilan keputusan strategis oleh pengelola pendidikan dapat diartikulasikan sebagai ‘kegagapan manajemen” bukan saja butuh waktu yang tepat untuk memutuskannya melainkan juga setiap keputusan yang di ambil akan berdampak pada konsekuensi biaya. Satu agenda kegiatan yang melibatkan banyak peserta tentu saja akan memerlukan biaya, tenaga, waktu dan pikiran, sehingga aroma perubahan yang di usung menjadi deadlock alias jalan buntu. Ini yang menjadikan rutinitas sebagai panglima
Ketiga, Banyak buku-buku manajemen yang di jual di pasaran memuat dalam bab khusus atau sekedar pelengkap yang membahas pemikiran tentang Red Ocean dan Blue Ocean. Blue Ocean identik dengan mereka yang suka pada status quo, maunya adem lan tenterem, aman, nyaman, segalanya serba keteraturan namun semu dan segala sesuatunya tidak perlu ada perubahan,
Bagi pihak SMK Negeri 51 kita bertekad bulat untuk menjatuhkan pilihan yaitu : perubahan (reform), sebagai sekolah unggulan di DKI Jakarta yang ada dalam satu lokasi maka perubahan (reform) bukanlah tanpa argumentasi, Sebagai mana di singgung di awal pembicaraan bahwa ISO 9001:2008, dan Revolusi Budaya Rutin bukan untuk gagah-gagahan atau untuk sekedar mengikuti tren tanpa substansinya. Kesemuanya ada perhitungan matematisnya.
Langkah awal sudah dilakukan untuk membenahi manajemen layanan prima di SMK 51 Jakarta melalui sertifikasi ISO 9001:2008. ISO sesungguhnya merupakan pintu gerbang untuk membuka kunci-kunci kesuksesan lainnya. Melalui ISO sekolah bisa mengajukan diri sebagai RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). Ke Kementerian Pendidikan Nasional RI, ISO dapat juga meningkatkan legalitas dan identitas sekolah di mata luar yang pada akhirnya membuka peluang kerjasama Internasional. Harus kita akui bahwa kualitas pendidikan di Negara- Negara maju menjadi magnet yang menggoda iman para pelajar muda kita untuk melanjutkan ke berbagai perguruan tinggi di sana. Setiap tahun lembaga2 Internasional yang berafiliasi dengan perguruan tinggi local /swasta selalu mengadakan event pameran dengan berbagai kemudahan beasisiwa dan fasilitas pendidikan yang mengiurkan.
SMK N 51 Jakarta sebagai sekolah yang memiliki 2 kelompok : kelompok Bisnis dan manajemen dengan program keahlian : Administrasi Perkantoran, Akuntansi, dan Pemasaran. Serta teknologi : Multimedia dan Broadcasting maka pikiran kita dengan siapa akan kita gandeng bentuk kerjasama pada level sertifikasi international ?
Alhamdulillah hari Senin, 28 Februari 2011 lalu bertempat di ruang Kepala SMKN 51 Jakarta dilakukan penjajakan dan kesepahaman sertifikasi Internasional dari London City n Guild, suatu lembaga nirlaba milik pemerintah kerajaan Inggris (UK) yang berdiri sejak 1887 dan telah tersebar di lebih dari 100 negara persemakmuran. Bidang yang dalam bahasan sertifikasi Internasional adalah operastion procedure, Computerized accounting dan IBEC (bahasa inggris). Jika tidak ada aral melintang maka akan di mulai programnya tahun pelajaran 2011/2012.
Keuntungan yang diperoleh kelak oleh lulusan SMKN 51 jakarta adalah mereka yang telah memiliki sertifikat internasional yang dikeluarkan oleh London City n Guild dipastikan bisa bekerja go internasional, khususnya di Asean seperti : Singapore, Malaysia, Brunei, bahkan sampai Hongkong. Uji kompetensi yang sekarang dilakukan ini akan menambah kualitas lulusan walau disadari untuk memperoleh sertifikat internasional selain penguasaan bahasa inggris dan kecerdasan dalam berbagai asprk.
Revolusi bagi komunitas sekolah adalah revolusi budaya rutin dan marilah tinggalkan pola pikir lama yang hanya membuat kebebasan pikiran kita menjadi tersekat dan terkotak-kotak. Era sekarang bukanlah era saling menunggu perintah, melainkan menjemput bola akan hakikat tugas2 keguruan kita untuk mengantarkan anak didik kita ke pintu gerbang kesuksesan….
Perlu kerja keras untuk mewujudkan sekolah yang disegani baik sesama SMK di kawasan Cipayung, Kota Jakarta Timur bahkan nasional. Kesamaan gerak, kepedulian, rasa , tekad kuat menggapai cita adallah seumpama “oase”, siapkah lulusan kita go Internasional ??? (bersambung)
0.000000
0.000000